INDRAMAYU – Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Karangampel menutup kuartal pertama tahun akademik 2025/2026 dengan menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya terpadu yang melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa dari 15 fakultas yang tersebar di kampus utama Indramayu. Acara yang berlangsung selama sepekan penuh ini menjadi momentum penting bagi pengembangan soft skills, kreativitas, serta pembangunan karakter mahasiswa di tengah intensitas akademik yang tinggi.
Festival yang dimulai pada 24 Maret 2026 dan mencapai puncaknya pada 31 Maret 2026 ini menampilkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, serta pertunjukan seni budaya yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Dari olahraga bulutangkis, sepak bola, bola voli, bola basket, hingga pencak silat, semua disertakan dalam kompetisi yang ketat namun tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan.
“Kami percaya bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui aktivitas ekstrakurikuler yang terstruktur dan bermakna,” ujar Rektor NU Karangampel, Prof. Dr. H. Miftahul Huda, M.Ag., saat membuka acara secara resmi di lapangan olahraga utama kampus pada Senin pagi, 24 Maret 2026.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa festival ini adalah wujud komitmen universitas terhadap pengembangan holistic mahasiswa. “Dalam era disrupsi digital ini, soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan kreativitas menjadi sangat penting. Festival ini adalah wadah yang sempurna untuk mengasah kemampuan-kemampuan tersebut,” tambah Prof. Miftahul Huda.
### Ragam Cabang Olahraga dan Prestasi Gemilang
Rangkaian olahraga yang dihadirkan dalam festival kali ini menampilkan antusiasme luar biasa dari para mahasiswa. Cabang sepak bola yang menjadi andalan paling diminati berhasil mengumpulkan 32 tim dari berbagai fakultas, menciptakan kompetisi yang sangat sengit. Dalam pertandingan semifinal pada 29 Maret 2026 lalu, Fakultas Teknik berhasil mengalahkan Fakultas Ekonomi dengan skor 3-2 dalam drama pertandingan yang memukau ratusan penonton di lapangan Merdeka.
“Tim kami dilatih dengan disiplin tinggi selama tiga bulan sebelum festival dimulai. Kami tidak hanya ingin menang, tetapi ingin menunjukkan bahwa mahasiswa teknik juga punya passion di bidang olahraga,” kata Muhammad Rifqy Alvaro, kapten tim sepak bola Fakultas Teknik, 24 tahun, asal Cirebon.
Sementara itu, cabang bola voli putri menampilkan permainan spektakuler antara Fakultas Pendidikan Guru dan Fakultas Ilmu Sosial. Pertandingan yang berlangsung di gymnasium utama selama dua jam penuh tersebut akhirnya dimenangkan oleh Fakultas Pendidikan Guru dengan skor 3-1. Penonton yang memenuhi tribun tidak henti-hentinya memberikan dukungan dengan sorak-sorai dan tepukan tangan.
Berbeda dengan cabang tim, olahraga individual juga menunjukkan performa membanggakan. Pada cabang bulutangkis putra, Ilham Pratama dari Fakultas Hukum berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan Yanto Wijaya dari Fakultas Pertanian dalam pertandingan final yang berlangsung sengit. Sementara di kategori putri, Siti Nurhaliza dari Fakultas Sains dan Teknologi mempertahankan gelar juara dengan bermain spektakuler di final.
“Pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi dan latihan yang konsisten. Saya sangat bangga bisa mewakili Fakultas Hukum di ajang setinggi ini,” kata Ilham Pratama seusai menerima medali emas, 22 tahun, asal Indramayu.
Cabang olahraga tradisional, khususnya pencak silat, juga menjadi sorotan penting dalam festival ini. Diikuti oleh 56 peserta dari berbagai tingkat keterampilan, pencak silat menampilkan perpaduan sempurna antara nilai-nilai budaya dan teknik pertarungan modern. Ajang ini dipimpin langsung oleh Pendekar Bambang Sudarno, seorang master pencak silat yang telah melatih atlet-atlet kaliber nasional.
“Festival pencak silat di NU Karangampel ini menunjukkan bahwa generasi muda masih mencintai olahraga tradisional kami. Ini adalah hal yang sangat positif untuk pelestarian budaya,” kata Pendekar Bambang Sudarno dalam sesi pelatihan di hari ketiga festival.
### Festifal Seni Budaya: Pameran hingga Pertunjukan Panggung
Seiring dengan meriah-nya kompetisi olahraga, rangkaian seni budaya juga menjadi daya tarik utama festival. Pameran seni rupa yang berlangsung di gedung student center menampilkan karya-karya brilian dari mahasiswa jurusan Seni Rupa, Desain Grafis, dan Desain Interior. Dari lukisan, patung, instalasi seni, hingga karya digital, semua mencerminkan kreativitas tanpa batas generasi mahasiswa NU Karangampel.
“Pameran seni ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk menunjukkan potensi kreatif kepada publik yang lebih luas. Setiap karya adalah hasil dari penelitian mendalam dan eksplorasi artistik yang panjang,” kata Ayu Rahmadini, mahasiswi semester lima jurusan Seni Rupa, 21 tahun, asal Bandung, yang salah satu karyanya – sebuah lukisan bertajuk “Harmoni Nusantara” – menjadi favorit pengunjung pameran.
Pertunjukan musik dan tari tradisional menjadi puncak perayaan seni budaya pada malam hari tanggal 30 Maret 2026. Di auditorium utama yang penuh dengan 1.200 penonton, berbagai grup musik kampus menampilkan kombinasi unik antara musik tradisional dan kontemporer. Kelompok mahasiswa “Gamelan Warna-Warni” membawakan kolaborasi menarik antara gamelan Jawa tradisional dengan instrumen modern, menciptakan harmoni yang memukau.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tidak harus tetap statis. Dengan inovasi yang tepat, seni tradisional bisa berkomunikasi dengan audience modern tanpa menghilangkan esensinya,” jelas Dimas Wijaya, ketua kelompok Gamelan Warna-Warni, 23 tahun, asal Solo, setelah pertunjukan mendapat standing ovation dari penonton.
Pertunjukan tari tradisional juga menampilkan kekayaan tarian Indonesia dari berbagai daerah. Mulai dari Tari Saman dari Aceh, Pendet dari Bali, Poco-Poco dari Sulawesi, hingga Tari Jaipong dari Jawa Barat, semua disajikan dengan kostum autentik dan gerakan yang presisi. Kelompok tari “Nusantara Indah” yang menangani pertunjukan ini berhasil menciptakan suasana yang meriah dan membanggakan.
“Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita dan nilai budaya yang berbeda melalui tariannya. Kami merasa bertanggung jawab untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya ini kepada generasi muda,” kata Siti Aminah, koordinator kelompok tari Nusantara Indah, 22 tahun, asal Yogyakarta.
### Dampak dan Manfaat bagi Mahasiswa
Kepala Bagian Kemahasiswaan NU Karangampel, Drs. H. Achmad Suryanto, M.Si., menyatakan bahwa festival ini membawa dampak positif yang signifikan bagi pengembangan karakter mahasiswa. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar tentang pentingnya disiplin, manajemen waktu, kerja sama tim, dan sifat sportivitas.
“Data dari survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa 89% peserta festival mengalami peningkatan kepercayaan diri, 85% merasa lebih dekat dengan mahasiswa lain dari fakultas berbeda, dan 92% berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan kampus setelah festival berakhir,” jelas Drs. Suryanto dalam konferensi pers pada 31 Maret 2026 sore.
Selain itu, festival ini juga menjadi wadah yang baik untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta baru. Beberapa atlet yang menunjukkan performa luar biasa dalam festival ini akan mendapat kesempatan untuk merepresentasikan NU Karangampel dalam ajang olahraga tingkat regional dan nasional di bulan-bulan mendatang.
“Kami akan memberikan beasiswa dan fasilitas pelatihan khusus bagi atlet-atlet unggulan yang teridentifikasi dalam festival ini. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk meningkatkan prestasi kampus di tingkat nasional,” kata Rektor Prof. Miftahul Huda.
Dampak ekonomi lokal juga dirasakan selama festival berlangsung. Berbagai pedagang di sekitar kampus meningkatkan omzet mereka hingga 300% karena meningkatnya kunjungan penonton dan peserta festival. Warung makan, toko oleh-oleh, dan toko perlengkapan olahraga menjadi tempat ramai untuk bertransaksi.
### Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 di NU Karangampel berhasil menutup acara dengan meriah pada 31 Maret 2026 malam. Sebuah acara penutupan yang diwarnai dengan pengumuman pemenang, penyerahan medali, dan pertunjukan kembang api singkat menjadi puncak sempurna dari sepekan penuh penuh makna ini.
Universitas NU Karangampel telah membuktikan bahwa komitmen terhadap pengembangan holistik mahasiswa bukan hanya slogan kosong, tetapi aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan. Dengan melibatkan 2.000 mahasiswa, menyediakan berbagai cabang olahraga dan seni, serta memberikan apresiasi nyata kepada para peserta, festival ini menjadi contoh baik bagaimana institusi pendidikan harus memperhatikan aspek non-akademik dalam pendidikan mahasiswa.
Ke depannya, universitas berencana untuk memperbesarkan festival pada tahun 2027 dengan mengundang peserta dari universitas-universitas lain di Indramayu dan sekitarnya. Ini adalah strategi untuk tidak hanya mengembangkan mahasiswa NU Karangampel, tetapi juga membangun soft power institusi di tingkat regional.
“Festival tahun ini adalah fondasi yang kuat untuk membangun sebuah tradisi akademik yang berkelanjutan dan bermakna. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas festival setiap tahunnya,” penutup Prof. Miftahul Huda dengan optimisme yang penuh harapan.
Dengan demikian, Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 NU Karangampel tidak hanya menjadi rangkaian acara semata, tetapi sebuah momentum penting dalam perjalanan pembangunan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa di salah satu universitas swasta terkemuka di Indramayu.
—
Catatan Editor:
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dalam Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 NU Karangampel.