Dosen dan Mahasiswa NU Karangampel Luncurkan Teknologi Pengolahan Limbah Tahu Inovatif, Solusi Berkelanjutan untuk UMKM Indramayu

INDRAMAYU — Universitas Nahdlatul Ulama Karangampel, kampus yang terletak di kawasan strategis Indramayu, kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam event penelitian yang digelar Kamis, 03 April 2026 di Auditorium Utama Kampus NU Karangampel, institusi pendidikan ini meluncurkan sebuah terobosan teknologi pengolahan limbah tahu yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan bagi industri kecil menengah (UMKM) pengrajin tahu di Indramayu.

Penelitian berjudul “Implementasi Bioreaktor Anaerob Skala Kecil untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu dan Produksi Biogas Energi Terbarukan” ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama 18 bulan antara Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc. dari Jurusan Teknik Lingkungan dan tim mahasiswa peneliti yang terdiri dari 12 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai fakultas di NU Karangampel.

Limbah tahu, khususnya limbah cair yang dikenal dengan istilah “air nira,” menjadi permasalahan serius bagi pengrajin tahu di Indramayu. Setiap hari, industri tahu skala menengah menghasilkan antara 1.000 hingga 3.000 liter air limbah yang mengandung tingkat polusi organik tinggi. Hingga saat ini, mayoritas pengrajin tahu di wilayah Indramayu belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai, sehingga limbah tersebut langsung dialirkan ke sungai, mengakibatkan pencemaran lingkungan yang signifikan.

“Kami melihat peluang di sini,” ujar Prof. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers di kampus, Kamis pagi. “Limbah tahu bukanlah sekadar masalah lingkungan, tetapi juga potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tim kami mengembangkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi bagi para pengrajin tahu,” tambahnya dengan penuh antusiasme.

Teknologi Inovatif dalam Genggaman

Teknologi yang dikembangkan NU Karangampel ini berbentuk bioreaktor anaerob berskala kecil dengan kapasitas pengolahan 500 liter per hari. Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi UMKM tahu lokal, sehingga harga investasi relatif terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya impor.

Cara kerja sistem ini cukup revolusioner. Limbah cair tahu dimasukkan ke dalam bioreaktor yang telah dikondisikan dengan bakteri anaerobik khusus. Proses degradasi biologis berlangsung dalam kondisi tanpa oksigen, menghasilkan dua produk utama: air olahan yang sudah memenuhi standar baku mutu lingkungan, dan biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak atau sumber energi listrik.

Siti Nurhaliza, mahasiswa semester 8 dari Jurusan Teknik Lingkungan yang menjadi ketua tim peneliti, menjelaskan detail teknis dengan komprehensif. “Dalam uji coba lapangan selama enam bulan di tiga lokasi pengrajin tahu di Indramayu, bioreaktor kami berhasil menurunkan beban organik limbah hingga 85 persen. Hasilnya, air yang keluar dari sistem sudah aman untuk dibuang ke lingkungan atau bahkan bisa digunakan untuk keperluan non-konsumsi seperti menyiram tanaman,” ungkap Siti dengan bangga.

Lebih menakjubkan lagi, setiap bioreaktor dapat menghasilkan biogas sebanyak 8 hingga 12 meter kubik per hari, yang setara dengan daya memasak kompor gas rumah tangga selama 6-8 jam. Ini berarti pengrajin tahu dapat menghemat biaya bahan bakar cair atau gas secara signifikan.

Uji Coba Lapangan Menunjukkan Hasil Positif

Riset NU Karangampel tidak hanya berhenti pada teori dan laboratorium. Tim peneliti melakukan uji coba lapangan langsung bersama tiga mitra UMKM tahu di Desa Karangampel dan sekitarnya. Salah satu mitra uji coba adalah Pengrajin Tahu “Sumber Berkah” milik Bapak Suryadi, yang telah beroperasi selama 15 tahun.

Bapak Suryadi menceritakan pengalamannya saat diwawancarai tim kami. “Sebelum bioreaktor ini ada, saya selalu khawatir dengan limbah tahu. Air limbah saya alirkan ke saluran umum, dan sering komplain dari tetangga karena baunya yang sangat menyengat. Sejak menggunakan teknologi dari NU Karangampel selama enam bulan, situasinya berubah drastis. Bau sudah tidak ada, air limbah menjadi jernih, dan saya setiap bulannya bisa menghemat hingga 400 ribu rupiah dari biaya gas untuk memasak. Ini adalah solusi terbaik yang pernah saya temui,” jelasnya dengan nada syukur.

Data kuantitatif dari uji coba lapangan menunjukkan angka-angka yang mengesankan. Nilai biochemical oxygen demand (BOD) air limbah sebelum pengolahan mencapai 2.500-3.000 mg/L, sedangkan setelah melewati bioreaktor turun menjadi 300-400 mg/L, jauh di bawah standar baku mutu lingkungan yang ditetapkan pemerintah sebesar 750 mg/L untuk industri pengolahan kedelai.

Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus

Inovasi ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan NU Karangampel. Rektor Kampus NU Karangampel, Prof. Dr. H. Sutikno, M.Pd., dalam sambutannya pada acara peluncuran penelitian, menegaskan komitmen institusi terhadap riset terapan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Universitas Nahdlatul Ulama Karangampel memiliki visi untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Penelitian yang hari ini diluncurkan ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut. Kami tidak hanya mengajarkan teori di kelas, tetapi juga memberdayakan mahasiswa dan dosen untuk menciptakan solusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya UMKM Indramayu,” ungkap Prof. Sutikno dengan penuh keyakinan.

Rektor juga mengumumkan bahwa kampus akan mengalokasikan dana tambahan untuk tahap pengembangan teknologi lebih lanjut dan rencana scaling-up di lima lokasi baru pada tahun akademik 2026-2027. “Kami juga sedang mengurus hak paten untuk teknologi ini, sehingga bisa dilindungi secara hukum dan memberikan royalti kepada para peneliti,” tambahnya.

Potensi Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Penelitian NU Karangampel ini memiliki potensi dampak yang sangat signifikan. Indramayu dikenal sebagai salah satu pusat industri tahu terbesar di Jawa Barat dengan lebih dari 200 unit usaha tahu yang tersebar di berbagai desa. Jika teknologi bioreaktor ini diadopsi oleh mayoritas pengrajin tahu, dampaknya akan terasa pada multiple level.

Dari aspek lingkungan, pengurangan polusi air limbah tahu akan secara dramatis meningkatkan kualitas air sungai dan tanah di kawasan industri. Dalam laporan penelitian yang kami periksa, estimasi pengurangan beban pencemaran organik di perairan Indramayu mencapai 300 ton per tahun jika 150 unit usaha tahu mengadopsi teknologi ini.

Dari aspek ekonomi, selain penghematan biaya energi, pengrajin tahu juga tidak perlu khawatir dengan denda lingkungan atau masalah hukum terkait pembuangan limbah sembarangan. Beberapa daerah telah mulai menerapkan sanksi administratif untuk industri yang tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar.

Dr. Dwi Retno Sari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu yang hadir dalam acara peluncuran, mengakui pentingnya inovasi ini. “Kami sangat apresiatif terhadap inisiatif NU Karangampel. Teknologi ini sangat sesuai dengan target kami untuk mencapai Indramayu yang lebih berkelanjutan. Kami siap bermitra dan memberikan berbagai insentif kepada UMKM tahu yang mengadopsi sistem ini,” ujarnya.

Rencana Komersialisasi dan Pengembangan Masa Depan

Tim peneliti NU Karangampel sudah mulai merencanakan langkah komersialisasi. Mereka telah membentuk kemitraan dengan sebuah startup teknologi lokal untuk memproduksi bioreaktor secara massal. Target awal adalah memproduksi 50 unit pada tahun 2026, dan meningkat menjadi 200 unit pada tahun 2027.

Harga bioreaktor yang ditawarkan kepada UMKM tahu direncanakan sekitar 8-10 juta rupiah per unit, dengan masa pengembalian investasi diperkirakan antara 18-24 bulan. Ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan sistem pengolahan limbah konvensional yang memerlukan investasi puluhan juta rupiah.

Siti Nurhaliza menambahkan bahwa tim juga sedang mengembangkan variasi teknologi untuk limbah produk fermentasi lainnya, seperti limbah dari industri tempe, kecap, dan miso. “Prinsip teknologi bioreaktor ini ternyata bisa diadaptasi untuk berbagai jenis limbah organik. Kami sedang melakukan riset awal untuk itu,” katanya.

Penutup

Penelitian dosen dan mahasiswa NU Karangampel tentang pengolahan limbah tahu merepresentasikan apa yang dimaksud dengan penelitian akademis yang bermakna dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya sekadar publikasi di jurnal internasional, tetapi juga menciptakan solusi konkret yang dapat langsung diimplementasikan oleh masyarakat lokal.

Keberhasilan penelitian ini juga menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lain di NU Karangampel untuk terus berinovasi. Kampus ini membuktikan bahwa institusi pendidikan di kawasan perifer seperti Indramayu juga memiliki kapabilitas untuk menghasilkan riset berkualitas tinggi yang berdampak sosial-ekonomi-lingkungan.

Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, kolaborasi dengan industri, dan komitmen dosen serta mahasiswa, tidaklah mustahil bahwa teknologi ini akan menjadi standar baru dalam pengelolaan limbah tahu di Indramayu dalam lima tahun ke depan. Riset NU Karangampel ini membuktikan bahwa inovasi sejati lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal, dan universitas adalah tempat yang tepat untuk mengembangkannya.

(Artikel ini berdasarkan acara peluncuran penelitian yang dilaksanakan Universitas Nahdlatul Ulama Karangampel pada Kamis, 03 April 2026)

More From Author

Universitas NU Karangampel Luncurkan Program Pembelajaran Hybrid Terintegrasi, Gabungkan Teknologi dan Pendekatan Tradisional

Universitas NU Karangampel Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif untuk 500 Mahasiswa, Target Tingkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi di Indramayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw