INDRAMAYU — Universitas NU Karangampel menggelar serangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang komprehensif pada Senin, 7 April 2026, dengan menghadirkan berbagai pembicara profesional dari industri dan akademisi terkemuka. Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja di era Industri 5.0.
Rangkaian kegiatan akademik yang bertajuk “Transformasi Digital dan Kewirausahaan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh lebih dari 1.200 mahasiswa dari berbagai program studi, serta perwakilan dari institusi pendidikan dan perusahaan mitra. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor NU Karangampel, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., pada pukul 09.00 WITA di Aula Utama Kampus, Jalan Pendidikan No. 45, Karangampel, Indramayu.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus mampu mengantisipasi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah. Melalui seminar dan webinar ini, kami ingin memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa tentang bagaimana teknologi digital mengubah landscape industri dan menciptakan peluang kewirausahaan baru,” ujar Prof. Bambang Sutrisno dalam sambutan pembukaannya.
Deretan Pembicara Berkualitas dan Topik Relevan
Acara ini menghadirkan delapan pembicara utama yang merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidangnya masing-masing. Pembicara pertama adalah Ir. Sukma Wijaya, Direktur Utama PT Teknologi Maju Indonesia, yang membahas tema “Transformasi Digital dalam Industri Manufaktur Modern: Peluang dan Tantangan Bagi UMKM Indonesia.”
Dalam paparannya, Ir. Sukma menjelaskan bagaimana teknologi seperti Internet of Things (IoT), artificial intelligence, dan cloud computing telah mengubah cara industri manufaktur beroperasi. “Saat ini, UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar global. Kami melihat dari pengalaman kami, adopsi teknologi ini meningkatkan efisiensi produksi hingga 40 persen,” jelas Ir. Sukma kepada para mahasiswa yang mencatat dengan seksama.
Pembicara kedua, Dr. Siti Nurhaliza, M.B.A., dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, memberikan topik “Ekosistem Kewirausahaan Digital dan Dukungan Pemerintah untuk Startup Muda.” Dalam sesinya, Dr. Siti memaparkan berbagai program insentif dan pendanaan yang tersedia bagi generasi muda yang ingin memulai usaha di era digital.
“Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung startup dan UMKM digital. Ada program akselerator, pelatihan gratis, hingga akses ke investor. Peluang ini sangat terbuka lebar bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan,” tambah Dr. Siti Nurhaliza dengan antusias.
Webinar Sesi Paralel dan Diskusi Interaktif
Setelah sesi pembukaan, acara berlanjut dengan webinar sesi paralel pada pukul 11.00 WITA. Mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan minat dan program studi mereka, masing-masing menghadiri webinar yang berbeda dengan moderator dan narasumber khusus.
Kelompok pertama mengikuti webinar berjudul “Personal Branding di Era Media Sosial: Strategi Membangun Reputasi Digital yang Positif” yang dipandu oleh Content Creator dan Digital Marketing Expert, Reza Aditya Putra. Webinar ini sangat diminati oleh mahasiswa dari Prodi Komunikasi dan Teknologi Informasi, sebab topik ini relevan dengan prospek karir mereka.
“Di era sekarang, setiap individu harus membangun personal brand yang kuat. Ini bukan hanya untuk content creator atau influencer, tetapi juga untuk profesional di berbagai bidang. Ketika melamar pekerjaan, rekruter pasti akan mencari profil digital Anda di berbagai platform,” kata Reza Aditya dalam sesi tanya jawab.
Kelompok kedua mengikuti webinar “Sustainable Business Model: Bagaimana Membangun Bisnis yang Menguntungkan Sekaligus Ramah Lingkungan” yang dipandu oleh Yuliana Hartono, Founder Eco-Startup Indonesia. Pembicara ini berbagi pengalaman tentang bagaimana bisnis dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan sambil tetap menguntungkan secara finansial.
Kelompok ketiga menghadiri sesi “Data Analytics dan Business Intelligence untuk Pengambilan Keputusan Strategis” yang dipimpin oleh Dr. Hendro Setyawan dari PT Konsultan Data Indonesia. Sesi ini fokus pada penguasaan teknis dan analitik data yang semakin penting di industri modern.
Terakhir, kelompok keempat mengikuti webinar “Soft Skills yang Dibutuhkan Profesional Milenial: Leadership, Communication, dan Adaptability” yang dibawakan oleh HR Consultant terkemuka, Dina Kusuma, M.S.
Kuliah Umum Sore dan Networking Session
Pada sesi sore hari, tepatnya pukul 13.30 WITA, acara kembali berkumpul di Aula Utama untuk menghadiri kuliah umum yang menghadirkan pembicara inspiratif. Narasumber utama adalah Bapak Arif Rahman, Co-Founder dan CEO dari StartUp Teknologi Pertanian “AgriTech Nusantara,” yang telah meraih pendanaan Series B senilai 50 juta dolar dari investor internasional.
Dalam kuliahnya yang berjudul “Dari Ide Brilian hingga Unicorn: Perjalanan Entrepreneurship di Bidang Teknologi Pertanian,” Bapak Arif Rahman menceritakan kisah inspiratif tentang bagaimana ia memulai dengan ide sederhana untuk mengatasi masalah petani Indonesia yang kesulitan mengakses informasi pasar dan teknologi pertanian modern.
“Kami dimulai dari masalah nyata yang kami lihat sendiri. Petani di desa tidak tahu harga pasar yang sebenarnya, sehingga sering dirugikan oleh middleman. Kami membuat aplikasi mobile yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli. Sekarang aplikasi kami sudah digunakan oleh lebih dari 500 ribu petani di Indonesia,” cerita Bapak Arif dengan bangga sambil menunjukkan grafik pertumbuhan pengguna aplikasinya.
Beliau juga memberikan nasihat berharga tentang perjalanan menuju kesuksesan entrepreneurship. “Kunci terpenting adalah passion dan persistensi. Anda akan menghadapi banyak kegagalan dan penolakan, tapi jika Anda yakin dengan visi Anda, teruslah maju. Validasi ide Anda dengan pelanggan sesegera mungkin, jangan terlalu lama berkutat dengan teori,” tambahnya.
Setelah kuliah umum berakhir, acara dilanjutkan dengan networking session informal di area terpisah di lingkungan kampus. Sesi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertemu langsung dengan para pembicara, networking dengan profesional dari berbagai industri, dan bahkan melakukan preliminary job interview dengan beberapa perusahaan yang hadir.
Mahasiswa angkatan keempat Prodi Manajemen Bisnis, Rina Cahyani, 22 tahun, mengungkapkan antusiasmenya setelah menghadiri acara tersebut. “Sebelumnya saya bingung tentang karir saya setelah lulus nanti. Tapi dari seminar ini, saya mendapat banyak inspirasi dan koneksi yang berharga. Saya juga sudah berhasil mendapat kontak dari seorang HR Manager yang tertarik dengan profil saya,” kata Rina dengan senyuman lebar.
Respons Positif dari Pihak Kampus dan Industri
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hadi Santoso, M.P.D., menyatakan bahwa acara ini merupakan realisasi dari visi kampus untuk menjadi “The Bridge Between Academy and Industry.” Menurut beliau, kolaborasi dengan para profesional dan industriawan adalah kunci untuk memastikan kurikulum dan pembelajaran di kampus tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami sangat bersyukur bisa menghadirkan pembicara-pembicara berkaliber nasional dan internasional. Feedback dari mahasiswa sangat positif, mereka merasa mendapat pencerahan dan motivasi baru. Ini adalah investasi kami dalam pengembangan kompetensi generasi muda Indonesia,” ungkap Dr. Hadi Santoso.
Sementara itu, perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APUMI) Cabang Indramayu, Bambang Irianto, juga memuji inisiatif NU Karangampel ini. “Kami melihat bahwa kampus ini serius dalam mempersiapkan mahasiswa untuk dunia nyata. Kolaborasi seperti ini sangat membantu dalam menciptakan generasi entrepreneur yang kompeten dan beretika. Kami siap memberikan dukungan lebih lanjut untuk program-program sejenis di masa depan,” katanya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan NU Karangampel pada 7 April 2026 ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan kompetensi dan karakter mahasiswa. Sejumlah inisiatif lanjutan sudah direncanakan, termasuk program mentoring dengan para pembicara, workshop skill development, dan annual entrepreneurship competition.
Kepala Pusat Karir dan Pengembangan Alumni NU Karangampel, Ibu Lidia Suwarno, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa materi dan insight dari acara ini akan didokumentasikan dan diakses melalui platform digital kampus untuk pembelajaran berkelanjutan.
“Kami akan membuat video pembelajaran dari setiap sesi, membagikan slide presentasi, dan membuat repository pengetahuan yang bisa diakses oleh seluruh mahasiswa kapan saja. Selain itu, kami juga akan mengundang para pembicara untuk menjadi mentor akademik bagi mahasiswa yang tertarik untuk mendalami bidang mereka,” tambah Ibu Lidia.
Dengan penuh optimisme, NU Karangampel berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara-acara serupa secara berkala, membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman, serta memastikan setiap mahasiswa lulusannya siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital ini.
Acara yang sukses ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya NU Karangampel, tidak hanya fokus pada teori, melainkan juga pada penerapan praktis dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja dengan percaya diri dan kompeten.