NU Karangampel Raih Akreditasi Institusional A, Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Indramayu
Indramayu — Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Karangampel merayakan pencapaian prestasi gemilang dengan meraih status Akreditasi Institusional A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tanggal 13 April 2026. Pencapaian ini menandai babak baru dalam perjalanan institusi pendidikan yang berkomitmen untuk meningkatkan standar mutu akademik dan profesionalisme di wilayah Indramayu, Jawa Barat.
Sertifikat Akreditasi Institusional A yang diterima NU Karangampel merupakan hasil dari upaya berkelanjutan selama lima tahun terakhir dalam mereformasi sistem manajemen, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan fasilitas kampus. Pencapaian ini juga mengukuhkan posisi NU Karangampel sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di kawasan Pantura Jawa Barat yang berkomitmen pada keunggulan akademik dan pengembangan karakter mahasiswa.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Universitas NU Karangampel, yang didirikan pada tahun 2005 oleh Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama cabang Indramayu, awalnya beroperasi dengan akreditasi institusional B. Selama lebih dari dua dekade, kampus yang berlokasi di Jalan Raya Karangampel No. 45, Desa Karangampel, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu ini telah berkembang menjadi pusat pendidikan yang menghasilkan ribuan lulusan profesional.
Namun, manajemen kampus menyadari bahwa untuk bersaing di era globalisasi dan digital, diperlukan peningkatan standar mutu yang signifikan. Direktur Utama NU Karangampel, Dr. H. Moh. Syaiful Rahman, M.Si., yang menjabat sejak 2019, memulai program transformasi komprehensif untuk meningkatkan status akreditasi institusi.
“Ketika saya memulai kepemimpinan, visi saya jelas: membawa NU Karangampel ke level akreditasi A dalam lima tahun. Kami percaya bahwa akreditasi A bukan hanya sekadar formalitas, tetapi cerminan dari komitmen nyata kami terhadap keunggulan pendidikan,” ujar Dr. Moh. Syaiful Rahman dalam wawancara eksklusif bersama media kampus pada Senin, 13 April 2026.
Transformasi Menyeluruh dalam Sistem Manajemen
Proses peningkatan mutu dimulai dengan audit internal yang mendalam terhadap seluruh aspek operasional kampus. Tim quality assurance internal yang dipimpin oleh Dr. Siti Nurhaliza, M.Ed., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), melakukan evaluasi komprehensif terhadap delapan standar akreditasi institusional.
“Kami menemukan banyak celah dalam implementasi standar akademik, manajemen keuangan, dan infrastruktur. Namun, tim kami optimis bahwa dengan kerja keras dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, target kami dapat tercapai,” jelas Dr. Siti Nurhaliza ketika menjelaskan proses audit internal pada Februari 2026.
Langkah pertama adalah implementasi sistem informasi terintegrasi yang menghubungkan seluruh departemen akademik dan administratif. Investasi sebesar Rp 2,8 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur teknologi informasi yang modern. Sistem ini memungkinkan transparansi data akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dapat diakses oleh tim evaluator eksternal.
Selain itu, NU Karangampel juga melakukan reformasi kurikulum dengan menyesuaikan pembelajaran terhadap perkembangan industri 4.0. Setiap program studi melakukan review kurikulum dan memperkuat kemitraan dengan industri terkait. Delapan dari sepuluh program studi yang ada telah memiliki memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan atau institusi mitra untuk pembelajaran praktis dan penempatan lulusan.
Peningkatan Kualifikasi Akademik Dosen
Salah satu aspek krusial dalam peningkatan mutu adalah kualifikasi dosen. Pada tahun 2021, persentase dosen bergelar S2 dan S3 di NU Karangampel hanya mencapai 56 persen. Target ambisius ditetapkan untuk meningkatkan komposisi ini menjadi minimal 75 persen pada tahun 2025.
Universitas memberikan beasiswa penuh kepada 23 dosen untuk melanjutkan studi S3 di berbagai universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia, ITB, dan Universitas Gadjah Mada. Selain itu, program tugas belajar dengan subsidi penuh juga diberikan kepada dosen yang ingin mengejar gelar akademik lebih tinggi atau sertifikasi profesional internasional.
Dr. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Teknik NU Karangampel, merupakan salah satu dosen yang manfaat dari program pengembangan ini. Ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Teknik Sipil dari Universitas Diponegoro pada tahun 2023 dan kini menjadi peneliti aktif dengan publikasi internasional.
“Program pengembangan akademik yang diberikan kampus sangat membantu kami meningkatkan kredibilitas dan kompetensi. Dengan gelar S3, saya dapat berkontribusi lebih baik dalam penelitian dan pengembangan inovasi di bidang infrastruktur berkelanjutan,” ungkap Dr. Bambang Suryanto.
Hasil dari investasi pada sumber daya manusia ini terbukti signifikan. Pada 2026, persentase dosen bergelar S2 dan S3 sudah mencapai 78 persen, melampaui target yang ditetapkan. Dua puluh empat dosen juga telah meraih sertifikasi dosen profesional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Revitalisasi Infrastruktur dan Fasilitas Pembelajaran
Selama periode 2021-2025, NU Karangampel menginvestasikan sekitar Rp 45 miliar untuk membangun dan merevitalisasi infrastruktur kampus. Investasi ini mencakup pembangunan perpustakaan digital berstandar internasional, laboratorium terintegrasi, pusat inkubasi bisnis, dan fasilitas olahraga modern.
Perpustakaan NU Karangampel yang baru diluncurkan pada Januari 2025 memiliki koleksi lebih dari 75 ribu judul buku, 150 jurnal elektronik, dan akses ke 20 database internasional. Fasilitas ini dilengkapi dengan reading room berkapasitas 500 orang, area meeting collaboration space, dan studio digital untuk pembelajaran jarak jauh.
“Perpustakaan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi sebagai knowledge hub yang mendukung aktivitas akademik dan riset mahasiswa dan dosen,” papar Ibu Tri Wahyuningsih, Kepala Perpustakaan NU Karangampel, saat meresmikan fasilitas tersebut.
Laboratorium terintegrasi yang dibangun mencakup Lab Komputer dengan 150 unit komputer berprosesor terbaru, Lab Elektronika dan Robotika, Lab Bioteknologi, dan Lab Analitik. Semua laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan modern dan didukung oleh teknisi laboratorium yang tersertifikasi internasional.
Pusat Inkubasi Bisnis dan Entrepreneurship (PIBE) NU Karangampel, yang dirancang sebagai sarana untuk mengembangkan kewirausahaan mahasiswa, telah berhasil menginisiasi 45 start-up dari ide-ide mahasiswa. Enam di antaranya sudah mencapai tahap funding dan tiga start-up sudah memiliki revenue berkelanjutan.
Peningkatan Riset dan Publikasi Ilmiah
Peningkatan mutu akademik juga tercermin dari peningkatan signifikan dalam output riset dan publikasi ilmiah. Pada tahun 2020, NU Karangampel hanya menghasilkan 23 artikel dalam jurnal terakreditasi. Namun, pada tahun 2025, angka ini meningkat drastis menjadi 156 artikel, dengan 31 artikel dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi tinggi.
Dr. Hendra Wijaya, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), menjelaskan strategi yang dijalankan untuk meningkatkan produktivitas riset ini.
“Kami memberikan insentif finansial untuk setiap artikel yang dipublikasikan, dari Rp 5 juta untuk jurnal nasional terakreditasi hingga Rp 50 juta untuk jurnal internasional Q1. Selain itu, kami juga mengadakan workshop penulisan artikel, mendatangkan pembicara tamu dari universitas terkemuka, dan memfasilitasi kolaborasi riset dengan institusi internasional,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Program beasiswa risetnya juga turut mendorong penciptaan penelitian berkualitas. Setiap tahun, 30 proposal riset mahasiswa dan 15 proposal riset dosen mendapatkan pendanaan total Rp 2 miliar. Fokus riset diprioritaskan pada isu-isu lokal dan nasional seperti pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, mitigasi bencana alam, dan pengembangan ekonomi lokal masyarakat pantai Indramayu.
Kolaborasi riset dengan institusi internasional juga telah dimulai. Pada 2024-2025, NU Karangampel menjalin kerjasama riset dengan Universitas Malaya (Malaysia), Universitas Chulalongkorn (Thailand), dan Universitas Flinders (Australia) dalam bidang penelitian perikanan berkelanjutan dan konservasi sumber daya laut.
Pengabdian Masyarakat dan Keterlibatan Komunitas
Program pengabdian masyarakat (PkM) juga menjadi fokus utama dalam peningkatan mutu. NU Karangampel telah mengembangkan 12 program pengabdian masyarakat permanen yang melibatkan 85 dosen dan lebih dari 400 mahasiswa setiap tahunnya.
Program-program ini mencakup pelatihan keterampilan untuk petani tambak Indramayu, program literasi digital untuk masyarakat perkotaan, klinik hukum gratis bagi UMKM lokal, dan program kesehatan mata untuk daerah terpencil di Kabupaten Indramayu.
“Pengabdian masyarakat bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan manifestasi nyata dari komitmen kampus untuk berkontribusi pada pembangunan daerah. Melalui program-program ini, mahasiswa belajar untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan terampil mengatasi permasalahan nyata di masyarakat,” ungkap Dr. Nunuk Suryani, Wakil Rektor Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kemitraan.
Pengalaman Evaluasi BAN-PT
Proses evaluasi akreditasi institusional oleh BAN-PT dilaksanakan selama tiga tahap. Tahap pertama adalah evaluasi diri (self-evaluation) yang dilakukan secara menyeluruh oleh tim internal NU Karangampel, menghasilkan laporan komprehensif seberat 450 halaman yang telah disusun selama enam bulan.
Tahap kedua adalah visitasi fisik oleh tim asesor BAN-PT yang terdiri dari lima evaluator berpengalaman yang datang pada 8-12 Februari 2026. Selama kunjungan lima hari tersebut, tim asesor melakukan verifikasi lapangan, wawancara mendalam dengan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan stakeholder eksternal.
“Visitasi BAN-PT merupakan momen paling penting. Tim asesor sangat detail dan teliti dalam verifikasi data. Mereka menggali informasi tidak hanya dari dokumentasi formal, tetapi juga melalui observasi langsung dan wawancara tatap muka. Prosesnya sangat objektif dan transparan,” kata Dr. Ir. Agus Pranoto, Wakil Rektor Bidang Akademik.
Tahap ketiga adalah review hasil evaluasi dan penetapan status akreditasi oleh Majelis Pertimbangan Akreditasi BAN-PT. Setelah proses review, BAN-PT resmi menetapkan status akreditasi institusional NU Karangampel sebagai A melalui Surat Keputusan Nomor 0345/SK/BAN-PT/Akred/Inst/IV/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua BAN-PT pada 13 April 2026.
Dampak Akreditasi A terhadap Ekosistem Kampus
Perolehan akreditasi A telah memberikan dampak positif yang terukur terhadap berbagai aspek kehidupan kampus. Minat calon mahasiswa untuk mendaftar ke NU Karangampel meningkat signifikan. Pada pendaftaran tahun akademik 2026/2027, jumlah pendaftar meningkat 45 persen dibandingkan tahun akademik sebelumnya, dengan daya serap mencapai 68 persen dari kapasitas yang tersedia.
“Kami menerima banyak aplikasi dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa Barat. Akreditasi A memberi kepercayaan kepada masyarakat bahwa NU Karangampel adalah institusi pendidikan yang serius dan berstandar nasional,” tambah Budi Santoso, Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru.
Dampak positif juga terlihat pada penempatan lulusan. Berdasarkan data tracer study tahun 2025, persentase lulusan yang terserap dalam pasar kerja dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah kelulusan meningkat menjadi 87 persen, naik signifikan dari 71 persen pada tahun 2021.
Kualitas kontrak kerja lulusan juga meningkat, dengan 42 persen lulusan bekerja di perusahaan multinasional dan perusahaan skala menengah ke atas. Tingkat kepuasan pengguna lulusan (user satisfaction) berdasarkan survey pengguna lulusan mencapai 4,2 dari 5, meningkat dari 3,6 pada tahun 2021.
**Tantangan Ke Depan dan